Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 26 September 2011

Fiksi Seksi. ^^ Pangeran Kodok vs si Ndut. ^^ bag. 1

From : 087858xxx
To : 085647xxx
"Woy, lagi apa ya? suit suit, cethak cethok"
sent.

Uno membuka sms yang masuk di Hp nya. Dia merasa tidak kenal nomor si pengirim, tapi Uno penasaran siapa yang iseng siang bolong begini.
Dan dia pun membalas.

From : 085647xxx
To : 087858xxx
"Nie cp cieh, iseng amat. Orang amat juga nggak iseng"
sent.

From : 087858xxx
To : 085647xxx
"Upz, coyi salah kirim. maklum hape baru ;) "
sent.

From : 085647xxx
To : 087858xxx
"OKB lu!"
sent.

From : 087858xxx
To : 085647xxx
" He he he, leh kenalan nggak?"
sent.

From :085647xxx
To : 087858xxx
"Jiah, ujung-ujungnya kenalan. Lagu lama tau. Siapa cih lo?"
sent.

From : 087858xxx
To : 085647xxx
"Aku giffa nak Smg, k-lo kamu?"
sent.

From : 085647xxx
To : 087858xxx
"Gue uno. Nocturno nak Jogja. Jauh banget nyasarnya dari Semarang?"
sent.

Begitulah awal mula Uno mengenal Giffa, orang yang beberapa bulan terakhir ini sering banget sms an dengan nya. Bahkan hampir tiap hari. Berawal dari sms nyasar, Uno jadi ketagihan sms an dengan Giffa. Semakin hari hubungan mereka semakin akrab dan semakin dekat. Seperti malam ini pun sepulang dari bekerja, Uno sedang asyik ber sms ria dengan Giffa. Tak berapa lama ada panggilan masuk di Hp Uno. Dari Sasty, sahabat sekaligus partner kerjanya.

Uno : Hellow, Sas.
Sasty : Hai, lagi apa No?
Uno : Ni lagi di kamar, gimana?
Sasty : Keluar yuk, temenin aku cari buku.
Uno : Buku terus yang lu cari, sekali-kali cowok napa. Jadi kutunya buku sukurin lu.
Sasty : Asal jangan jadi kutu kupret kayak lu. Pie, mau nggak?
Uno : Sialan lu. Ya udah aku mandi dulu.
Sasty : Okeh deh. Kutunggu di tempat biasa setengah jam lagi.
Uno : Yupz. Bye-bye.
Sasty : Bye-bye.

Malioboro yang cerah. Uno dan Sasty mengunjungi beberapa toko buku untuk mencari buku yang Sasty inginkan. Saat melewati toko jam, Sasty melihat ada jam tangan yang sangat cantik menarik hatinya. Dalam hati Sasty ingin memilikinya, tapi apa daya uangnya belum mencukupi. Ingin sekali Sasty masuk ke toko jam itu, namun diurungkannya demi melihat wajah Uno sahabatnya sudah kelelahan. Kemudian diajaknya Uno minum susu jos di Angkringan langganannya.

"Kapan kamu mulai masuk kerja lagi, Sas? sepi nggak ada kamu." Uno bertanya.

"Entah, Aku belum pingin masuk." Jawab Sasty asal.

"Dasar kamunya saja yang males. Pura-pura pakai sakit segala. Padahal, tiap harinya jalan-jalan, sakit beneran tau rasa, lu."

"Do'ain Aku gitu nich?"

"Hee nggak lah Sas, gimana studio tanpa kamu coba?"

"Sabar ya fans ku, sebentar lagi aku berangkat kok" Sasty nyengir.

Uno mengacak rambut Sasty.
"Hu..."

(**)

Pagi itu cerah sekali, seperti hati Uno. Begitu membuka mata Uno langsung menyambar Hp nya, berharap ada sms dari Giffa. Dan ternyata benar, sms ucapan selamat pagi di selipi beberapa puisi telah masuk di Hp nya. Hati Uno begitu berbunga-bunga. Dengan segera dia membalas sms Giffa dan bergegas ke kamar mandi.

Di studio foto tempat Uno bekerja sudah banyak karyawan yang datang. Bukannya menghidupkan komputer dan mengedit foto-foto, Uno malah menyeduh kopi dan asyik mengetik sms untuk Giffa.
1 menit,
2 menit,
5 menit,
15 menit tak ada balasan dari Giffa. 'Ah mungkin Giffa sudah berangkat kerja dan sedang sibuk' pikir Uno. Dan dia memutuskan memulai bekerja.

"Pagi Pangeran Kodok" sapa Sasty yang hari itu mulai masuk kerja.

"Pagi juga ndut, sudah sadar dari pingsan nich?" balas Uno

"Sialan ente bilang ane gendut, ane kan cuma lebar Pangeran Kodok"kata Sasty

"Ha ha ha lebar kali panjang jadinya luas kan Sas, set dah luas kali badan kao".

'pletax' dijitaknya kepala Uno. yang kena jitak cuma meringis kesakitan.

(**)

From : 085647xxx
To : 087858xxx
"Dor!! Giffa."
sent.

From : 087858xxx
To : 085647xxx
"Wadow, mati aku ditembak ama cwo cakep ;-)"
sent.

From : 085647xxx
To : 087858xxx
"Kok tadi nggak sms cieh, Non? kan kangen. "
sent.

From : 087858xxx
To : 085647xxx
"Pantesan bulu mataku rontok semua jadi gundul, ternyata ada yang kangen xixixi. Tadi aku sibuk banget, so sory nggak ngingetin makan :-D kerjaan lancar, to?"
sent.

From : 085647xxx
To : 087858xxx
"Yup, buaanyaak editan ampe puyeng. Ni juga baru ampe rumah. Eh, Non Aa' mandi dulu ya, nanti malam OL bisa, kan?"
sent.

From : 087858xxx
To : 085647xxx
"Siap deh, Aa'. Mandi bareng yuk, xixixi"
sent.

From : 085647xxx
To : 087858xxx
"Beneran nich?!!"
sent.


Bersambung ke edisi selanjutnya.

Sabtu, 24 September 2011

Fiksi seksi ~ Pengorbanan ~ part 2 (habis)

Handphoneku bernyanyi siang itu, satu nomor tak dikenal muncul di layarnya. Mulanya aku ragu, tapi tak urung ku angkat juga.

"Halo." Sapaku.

"Halo, benar ini mbak Rindu?" Tanya suara di seberang sana.

"Ya, betul. Ada yang bisa saya bantu?" Jawabku seramah mungkin.

"Mbak, bisa kita bertemu saja?" Suara di sana memberikan opsi.

Aku heran. 'ada urusan apa harus bertemu segala?'. Tapi dia meyakinkanku bahwa ada hal yang penting yang harus dibicarakan. Aku menyetujuinya.

Di tempat yang dijanjikan, telah duduk di depanku seorang gadis polos yang telah terombak total. Itu terlihat dari cara berpakaiannya yang sama sekali tidak menunjukkan kesan maching. Serta wajahnya yang terpaksa cantik karena make-up yang tebal. Pucat.

"Aku rindu." Sapaku sambil mengulurkan tangan.

Dia hanya mengangguk dan menjabat tanganku.

Kutanyakan hal penting apa yang ingin dia katakan, namun dia malah terdiam. Kepalanya tertunduk dan mulai menangis. Aku bingung, kuulurkan tissu yang kubawa. Kutunggu beberapa saat.

"Mbak, maafkan Aku." Kata-kata yang terucap dari bibir pucatnya setelah sekian lama kubiarkan dia puas menangis.
Aku menjawab.

"maaf untuk apa?"

Dia menarik nafas dalam, sepertinya untuk mengumpulkan kekuatan dan keberanian berkata.

"Aku hamil mbak, ini anak mas Roni." suaranya lirih.
Tapi mampu mendobrak jantungku dengan keras. Seperti tersengat listrik saat terapi kejut.

"Apa mbak?" tanyaku padanya. Berharap apa yang kudengar itu cuma lelucon.

"Dulu, Aku dan Mas Roni pernah menjalin hubungan. Dan terpaksa putus karena Aku merantau ke Taiwan. 6 tahun kemudian Aku pulang, dan kami bertemu. Aku tidak tau sama sekali kalau Mas Roni telah beristri. Sampai aku hamil." Dia beralibi terhadapku.

Saat itu aku sudah tak bisa mendengar dengan jelas perkataannya. Dadaku penuh sesak, kepalaku pusing. Mataku panas membendung sakit yang teramat dan akhirnya gerimis itu jatuh di pipiku. Aku hanya bisa menangis.
Keadaan berbalik, dia menenangkanku sambil tak henti-hentinya meminta maaf. Benar-benar pedih.

(**)

"Saya sebagai wali menurut saja, Pak. Karena tidak mungkin acara ini diadakan di rumah kami. Mengingat nenek Wulan baru saja meninggal." Kata Ayah Wulan malam itu.

Telah berkumpul Bapak dan Ibu mertuaku, Suamiku, Aku, Ayah Wulan dan Wulan di ruang tamu rumahku. Aku memang tersakiti akan pengkhianatan ini. Dan aku tak mau egois dengan memisahkan mereka, itu sama saja membiarkan janin yang dikandung Wulan lahir tanpa Ayah. Bagaimanapun juga darah itu benih Mas Roni. Suamiku. Setidaknya sebelum anak Wulan lahir, aku harus rela berbagi suami dengannya.

"Bagaimana kalau di ruko saja." Kataku angkat bicara.

Setelah sekian lama tak ada tempat yang dirasa aman untuk mengadakan ijab kobul itu. Semua mata memandang ke arahku. Mungkin mereka heran karena Aku terlihat begitu tegar.

"Di sana tempatnya tidak terlalu banyak tetangga, paling hanya para pedagang. Nanti kita panggil Pak penghulunya ke sana saja." Lanjutku memberi alasan.

Dan sepertinya mereka setuju, tampak dari raut muka masing-masing yang memancarkan kelegaan diiringi senyum pucat bibir Wulan.

(**)

Ruangan ruko lantai dua telah disulap menjadi tempat pelaksanaan acara. Sofa malas kesayanganku harus bergeser berganti dengan karpet hijau menutup lantai. Di tengah ruang ada 1 meja kecil untuk pak penghulu. Keluargaku sudah berkumpul disana, beserta keluarga Wulan dan beberapa orang yang ditunjuk untuk menjadi saksi. Harum bunga melati dan kanthil khas pengantin kali ini tak membuatku berdebar. Tidak seperti tujuh tahun yang lalu. Meskipun cukup membuat aku grogi dan tanganku berkeringat. Aku mencari seseorang yang semenjak tadi belum terlihat. Kusapukan pandanganku, kemana gerangan dia, Istriku?

Aku mencarinya di kamar. Sebelum acara dimulai, aku ingin sekali lagi mendengar perkataannya bahwa dia ikhlas akan semua ini.

Aku buka pintu kamar, tempat di mana biasanya Rindu beristirahat siang saat jualan di toko. Kosong.

Sejenak aku akan meninggalkan kamar itu saat mataku tertuju pada sebuah benda. Surat.

Kubaka surat itu.

Untuk Mas Roni.

Mas, saat kamu membaca surat ini, mungkin aku telah jauh pergi. Maafkan aku karena tak berada di sisimu di hari bahagia ini. Bukan aku sengaja, tapi ternyata hatiku tak kuasa menyaksikan orang yang aku cintai bersanding dengan orang lain.

Tapi jangan kau pikir aku menyesal, Sama sekali tidak. Justru kepergianku ini karena bahagia. Aku senang saat melihat binar bola matamu penuh cinta terhadap Wulan, wanita yang kini mengandung anakmu. Dan itu tak akan terjadi bila aku ada disini.

Mas, sebentar lagi kamu akan jadi Ayah. Selamat ya, atas semuanya. Jangan khawatirkan aku, wanita rapuh yang tak ingin menghiasi hari bahagiamu dengan air mata.

Berjanjilah padaku mas, tetaplah bahagia.
Jaga Wulan dan bayinya baik-baik. Aku sayang kalian semua.

Dari Istrimu,
Rindu.

Kututup surat itu bersama satu kata yang selama ini ingin ku ucap "Maafkan aku, Rindu."

Fiksi seksi ~Pengorbanan~ Part 1.

Selesai menjalankan sholat subuh pagi itu, aku menyempatkan untuk membaca al-Quran sebentar. Kulihat jam menunjukkan pukul 04.50, masih ada sedikit waktu pikirku. Aku buka kitab suci miliku, kueja huruf per huruf yang terangkai menjadi satu ayat indah.

"BRAAKK !!" terdengar pintu rumahku dibuka secara paksa, aku terkejut dan lari melihat asal suara.

"Dari mana saja kamu, mas?" ternyata suamiku pulang pagi itu, dia tak menjawab pertanyaanku.

"Siapkan air hangat, aku mau mandi" perintahnya. Bau alkohol tercium dari mulutnya, aku sudah menduga kalau suamiku mabuk lagi pagi ini.

"Kamu mabuk lagi, mas?" tanyaku sambil mempersiapkan air untuknya mandi. Tidak ada respon dari suamiku, kulihat dia telah rebahan di kamar. Aku diam saja tak bertanya-tanya lagi. Selang beberapa saat.

"HUUEXX" suara orang muntah terdengar dari dalam kamarku, aku bergegas ke dalam kamar.

"Astaghfirullahalladzim... mas, kenapa kau muntahi sajadahku?" kataku tercekat melihat pemandangan di kamar ku.

"Apa tak bisa kau tahan sebentar dan muntah ke kamar mandi?. tak jauh dari sini tempatnya, mas" lanjutku sambil menahan sesak di dada ku.

"Diam kau!" bentak suamiku, dibanting badannya secara kasar ke ranjang sambil terus mulutnya meracau tak jelas.
Aku hanya bisa mengelus dada, kubersihkan sajadah beserta lantai kamarku dari muntahannya. Sambil berderaian air mata mulutku terus bergumam beristighfar meminta kesabaran.

(**)

Kulihat tokoku lumayan ramai, tapi setelah sampai di buku laporan keuangan kenapa hasilnya pas-pas an. Malah bisa dibilang merugi. Uang yang ada tak cukup lagi untuk membeli barang atau menambah dagangan. Padahal modal baru saja aku tambah. Apa ada kebocoran di toko ya? gumamku sendirian.

"Ah, mungkin memang sedang sepi" kataku.
Kutepis pikiran-pikiran buruk tentang sebab keuangan toko amburadul. Tak mungkin pegawaiku berbuat curang, mereka pegawai terbaik yang pernah ada.

"Mbak toko sudah tutup, kami izin pulang dulu ya."
Anto masuk ke ruanganku membawa segerombol anak kunci toko.

"Iya, tinggalkan saja disitu, aku belum selesai" kataku kepada Anto, pegawaiku yang telah 4 th berjuang bersamaku merintis toko ini dari nol hingga sekarang.

"Ini kunci cabang juga, mbak" katanya kemudian.
Aku heran. Suamiku sudah pulang, kok tidak mampir, batinku.

"Makasih, nanti aku cek" ujarku kepada Anto.

Dia keluar ruanganku setelah berpamitan kepadaku.

Hanya ada aku sendirian di ruang itu, bersama dengan kertas-kertas laporan keuangan yang menyeriangai aneh terhadapku. Dulu, meski tokoku kecil keuangannya teratur dan disiplin. Mengapa sekarang bisa lepas kontrol begini? ini terjadi semenjak kami memutuskan membuka cabang, yang kini dikelola suamiku. Semakin hari semakin amburadul. Dan bukannya dia bertanggung jawab, malah jadi gila bola. Pertandingan yang tidak disukai suamiku, tapi tidak untuk sekarang. Aneh.

Tit tit tit Hp ku berderik ketika ada sms masuk.

From : 081726xxx
To : 08564xxx
"Jangan tunggu aku pulang, mau kerumah Adi, istrinya melahirkan."

Sms dari suamiku. Aku merasa kecewa, baru kemarin dia pulang pagi, hari ini pulang terlambat lagi.

Kubalas smsnya.

From : 08564xxx
To : 081726xxx
"Ya, jangan pulang terlalu malam. Jangan lupa makan dulu, Miss you."

Sengaja kububuhkan kata-kata mesra di sms ku, agar suamiku sadar bahwa kami sudah terlalu lama tak ada waktu berdua.

Tit tit tit balasan sms datang.

From : 081726xxx
To : 08164xxx
"Ok, kamu juga. Miss you too."

Senyumku terkembang saat membaca sms dari suamiku. Semoga dia benar -benar kangen aku. Batinku sumringah. Segera kurapikan kertas-kertas di atas meja dan aku ingin cepat pulang.

Sesampainya dirumah

"Loh mas, katanya ke rumah Adi, kok sudah pulang?" tanyaku heran melihat suamiku asyik duduk di depan TV, bukan di rumah Adi seperti sms nya tadi.

"Sudah pulang." jawabnya singkat tanpa mata beralih dari TV yang sedang menyiarkan pertandingan sepak bola.

"Sudah makan, mas?" tanyaku. Dijawab dengan anggukan kepala oleh suamiku.

Kubuatkannya teh manis dan kuhidangkan bersama se-toples kue untuk menemaninya nonton TV.

"Sialan, kalah lagi. 2jt melayang nich" suamiku bergumam lirih yang ternyata cukup jelas tertangkap telingaku dan membuatku tersentak.

"Apa, mas? maksudmu, kamu taruhan bola, mas?" Kukeluarkan suara agak keras kali ini.

"Nggak kok, cuma mainan aja" elak suamiku membela diri.

"Mainan katamu? 2 juta mas, pantas saja keuangan toko jadi berantakan. Ternyata ini penyebabnya." Kataku emosi.

"Tenang saja, nanti juga kembali kok" suamiku mencoba menenangkanku.

"Kapan, mas? nunggu toko bangkrut dulu?" tanyaku sinis.

Suamiku tak mendebat lagi, yang dilakukan hanya berdiri, mengambil kunci mobil dan lalu pergi.

Bersambung.

Senin, 01 Agustus 2011

Pengalaman Spiritualku..

Eiitz jangan berpikir aku ketemu Gendruwo atau Tuyul, Wewe atau Pocong. Bukan juga muja, nyupang, cari pesugihan dll.
Ini cuma soal ikatan batin aja kok. Antara Ibu dan Anak.

Bekas pacar, bekas temen, bekas suami, bekas istri, semua ada. Tapi bekas Ibu tak pernah ada, ya kan?

Cerita diawali ketika Aku ditinggal oleh Ibuku, beliau yang teramat kucintai harus pulang ke Rahmatullah saat Aku duduk di bangku kelas 5 SD.
Masih terlalu kecil untukku memahami apa yang terjadi. Tapi aku msh ingat bahwa kecelakaan listrik itu yang harus merenggut nyawa Ibuku.

Singkat cerita, Ibuku dimakamkan di desa kelahirannya, Sikapat Wadaslintang.
Setelah menikah Aku ikut suami di Wonosobo. Meskipun jarak Wadaslintang-Wonosobo cukup dekat, bahkan tidak memakan waktu 1 hari untuk pulang pergi tapi kenyataan begitupun aku jarang dan malas nyekar ke sarean Ibuku. Paling-paling kalau lebaran 1 tahun sekali.
Itu yang amat kusesalkan. Sehingga makam Ibuku menjadi tidak terawat dan bahkan hampir hilang.
Sebenernya hatiku trenyuh juga melihat keadaan makam Ibuku waktu itu, tapi keegoisan dan nikmat duniawi yang membuatku mengesampingkan masalah ini. "Alah, gampang" pikirku saat itu. hhmm, bener-bener anak tak berbakti.

Sejak meninggal puluhan tahun silam, pernah 1 kali Aku mimpi bertemu Ibuku. Itu terjadi sekitar 1 bulan sesudah Ibuku meninggal. Dalam mimpi itu aku melihat Ibuku berdiri dipinggir lapangan dengan memakai baju biru membawa payung kecil dan tersenyum manis padaku. Aku yang saat itu sedang merasa teramat rindu langsung menghambur ke pelukannya. Aku peluk Ibuku erat-erat dan aku bilang "pokoknya Ibu nggak boleh pergi lagi, aku nggak mau ditinggal lagi, pokoknya Ibu harus sama aku"
dan Ibuku cuma menanggapi dengan tersenyum.

Waktu berlalu tahun berganti, keadaan memaksaku untuk merantau ke Taiwan. Aku pikir sebelum pergi jauh, Aku ingin berpamitan dulu kesarean ibu. Dan itu pun kulakukan. Sedikit kubersihkan makam dari rumput. Aku membaca do'a sebisaku. Tak terasa menitik air mataku. Mengapa peristirahatan terakhir Ibu yang aku sayangi begini adanya? Tak ada tulisan tak ada tanda. Andai orang tidak tau bisa-bisa mengira ini lahan kosong. Dan saat itu pula dalam hatiku berjanji, "Ibu aku mau ke Taiwan, minta do'a restunya ya. Aku janji gaji pertamaku akan kubangun nisan untuk pusaramu"

1 bulan berlalu, 5 bulan berganti. Uang sisa gajiku setelah dipotong sana sini terkumpul sedikit. Majikan mengizinkan aku untuk kirim uang. Maka aku kirimkan uang pada keluargaku meski sedikit. Dengan berpesan, tolong sejumlah Rp 600 ribu diberikan kepada Bulik (adik Ibu yang rumahnya terdekat dengan makam keluargaku) untuk membangun nisan.
Dan tau apa yg terjadi?

Sesaat setelah selesai sholat subuh waktu Taiwan, masih terlalu gelap untuk memulai aktivitas. Maka aku pun tiduran di matrasku lagi. Diwaktu yang singkat itu aku mimpi bertemu Ibuku. Sesuatu yang tak pernah terjadi selama puluhan tahun. Semenjak Ibu ku meninggal waktu aku kelas 5 SD dulu sampai sekarang umurku 26 tahun. Dalam mimpi itu, Ibuku tersenyum malu malu dengan tetap memakai baju biru. Dia duduk di sebelahku mengusap sayang kepalaku. Senyumnya itu yang menyentuhku, seperti senyum ucapan terima kasih tapi malu malu. Dan beliau bilang "Wulan sekarang kurus banget".
Tak lama setelahnya aku terbangun.

Oh, Tuhan! Aku tersentak karenanya. Aku merasa benar-benar anak tak berbakti. Cuma membangun nisan yang hanya membutuhkan uang Rp 600 ribu saja baru bisa aku lakukan setelah aku di Taiwan. Padahal sudah berjuta-juta uang yang aku hambur-hamburkan dulu waktu di Indo. Dan tak pernah terpikirkan sedikitpun untuk memperindah peristirahatan terakhir Ibuku.
Dan sebaliknya,
hanya dengan membangun nisan dimakam Ibuku beliau langsung berterimakasih padaku bahkan sampai memperhatikan perbedaan berat badanku.

Oh, Tuhan! Anak macam apa aku?
Inikah baktiku?

Tetesan air mataku tak habis-habis. Aku benar-benar trenyuh, tak tau harus berucap seperti apa. Semoga semuanya belum terlambat untuk menunjukkan baktiku.

Tuhan, aku titip Ibuku. Terima dia di SyurgaMu. Jauhkan dia dari NerakaMu. Amin

I'm so sorry Mom
I really love you deeply.

Minggu, 05 Juni 2011

Sholat ku dan do'a ku

Menjadi TKI memang sudah pilihanQ,aQ sadar dan benar2 tau apa resiko yg harus kuhadapi.Taiwan mayoritas masyarakatnya memeluk agama budha dan aQ lumayan tak asing dg adat mereka,ttg dewa,patung,dupa,sesajen dll.aQ bisa bayangkan situasi spt apa yg akan terjadi di Taiwan.

Awal mula di PT sudah diberitahukan,dilarang bawa mukena,al Quran,kerudung,tak boleh sholat,tak diizinkan puasa,tapi karna keadaan hatiQ saat itu sudah mantap meninggalkan Indonesia,aQ tak ambil pusing dg semua peraturan2 itu,"masa bodo" yg terpikirkan olehQ.Dibenaku di Taiwan kerja enak,bebas bergaul,bebas pergi kemanapun sekehendak hati,banyak teman dan juga banyak duit yg membuat aQ bisa melakukan segalanya.But kenyataan tak seindah harapan,semua berbanding terbalik 180 derajat,ternyata aQ seorang "babu pingitan"!!.

Tidak blh keluar rumah,tdk blh ngobrol dg orang Indonesia,tdk boleh bawa HP,bahkan uang pribadipun ditahan majikan,serta masih banyak tidak boleh2 lainya yg membuat aQ stres,aQ benar2 kaget dan kecewa tentunya,mau balik lagi ke awal nggak mungkin,mau teriak imposible yg ada hanya nangis meratapi nasib,mau protes tapi ma siapa?ini sudah jalanQ,pilihanQ,mentok sudah pikiranQ bingung tak ada tempat curhat,BT,hampa,menulis pun tak memberi solusi,disaat spt ini aQ teringat TuhanQ.ah...AllahQ Maha Kuasa,pasti ada hikmah dari Nya dibalik ini semua,kata2 itu yg kutanamkan dalam hati.

Kesepian2 yg ada inilah yg membuatQ sering curhat,aQ mulai rajin sholat g bolong2 lagi,meskipun nyuri2 waktu pun tanpa pakai mukena karena nene yg aQ rawat tak mau aQ sholat.Kupasrahkan semua hari2Q pada TuhanQ,kuselalu bersujud mohon petunjuk,semoga selalu diberi kemudahan2 dan extra kesabaran hati dalam menjalani hidupQ.

Semua dari hal terkecil sampai hal puol gaswat,aQ selalu berdo'a pada Tuhan,dari masak moga rasanya enak,hal minta izin puasa,dan banyak hal lain semua aQ serahkan pada yg Esa.Memang semua tidak lantas terkabul dan berjalan sesuai keinginanQ,tp aQ tak berkecil hati,positive thinking aja,mungkin dengan ditunda terkabulnya do'aku adalah karena Tuhan ingin aQ selalu dekat dg Nya,merendahkan diri pada Nya,selalu minta pertolongan Nya,dan juga karna Tuhan ingin mengujiQ,sampai batas mana keyakinanQ.

aQ memang aneh,dulu waktu di indo,saat semua tentang keyakinan hatiku diperbolehkan,aQ jarang sekali menunaikan sholat,puasa bolong2,merasa ringan2 saja meninggalkan kewajibanQ,tapi sekarang di negara yg katanya tak ber Tuhan ini aQ dibuat sadar,betapa Kuasa Tuhan sangat kubutuhkan,dimana aQ selalu saja melihat tindakan2 yg bertentangan dg hatiku,menyembah berhala,makan barang haram,free sex,membuatku teriak histeris sekaligus bersyukur,Alhamdulillah aQ tidak dilahirkan sbg mereka.I Love Muslim.
Satu tulisan yg membuatku semakin tergugah..Do'a terkabul adalah hak dan menyembah Tuhan adalah kewajiban,bagaimana mungkin hak dituntut sedang kewajiban tak dijalankan? seperti bagaimana mungkin kamu minta gaji layak jika pekerjaan pun tak kau lakukan dg benar?
Mungkin hidayah untukku harus hadir dg cara seperti ini.

Kini hari2 kulalui semakin riang,makin ringan untuk melangkah,aQ berpikir TuhanQ maha baik,dia pasti memberikan yg terbaik meski pait kurasa,semua ini untuk kebaikanQ.Dg begini dulu yg awalnya aQ nangis mulu,sekarang tak kulakukan,meskipun terkadang neneQ ngamuk,memaki2Q bahkan mengusirQ saat ketahuan aQ menjalankan kewajibanQ tapi aQ tetap tegar,aQ tetap happy. Tak ada yg tak mungkin di dunia ini jika Kuasa Tuhan berbicara,termasuk melunakan hati manusia.

Pakar psikologi mengatakan do'a merupakan kekuatan terbesar yg tersedia bagi seseorang dalam memecahkan masalah pribadinya.Ujung tombak usaha adalah do'a.
Don't stop prayed,just give thanks to Allah for all beautiful love to me.I belive U God

Rabu, 11 Mei 2011

Saat Gue makan di Taiwan

Gue mau ngoceh dikit nich soal pengalaman makan gue di taiwan,ato bisa gue bilang makan adat cina.Wat sedikit referensi aja gue belum terlalu lama jadi BMI di taiwan,sekitar 9bln an.Kalian tau ndiri budaya orang cina sama orang indo kan beda jauh.

Misalnya saja gue sempat dibikin takut,kira2 sebelum musim dingin,waktu pagi hari gue dapati angin plus hujan yg guedee buangget,saking gedenya mpe ember aja pada terbang,gue bener2 ngeri waktu itu,majikan gue bilang taifong seperti ini pasti terjadi setiap setahun sekali.Walah...gue pikir seandainya aja nich angin terjadi di daerah rumah gue,da pasti rumah gue ancur lebur wkwkwk(kaya yg punya rumah aja)

Lah kok g nyambung y hehehe,kan gue mau cerita soal makan,,gini nich ceritanya:
Pada suatu pagi,waktu gue sedang beres2,majikan kasih gue beberapa makanan,tak lupa gue ucapin xie xie (terima kasih) gue taruh aja tu makanan di meja,gue pikir ntar kalo kerjaan kelar baru dech gue makan,tapi gue perhatiin raut muka nyonya gue berubah,kaya muka menyimpan jengkel gitu...otomatis gue suudzon dunk ma dia,,dalam hati gue bilang "nich orang g ikhlas pa yak?"
tapi gue cuek aja,dan kejadian serupa gini terjadi mpe beberapa kali,,lama2 gue jadi mikir "nyonya aneh banget jadi orang,kalo pun g ikhlas ngasih makanan g usah kasih g pa2 lah,,toh gue g kepingin2 amat,ntar gue gajian juga bisa beli ndiri,daripada mukanya kayak nelen bom gtu.."

Selang beberapa hari kuku (tante) dateng kerumah,dan dari situlah gue tau letak kesalahan gue.Saat itu majikan kasih kuku beberapa makanan,dan memang g semua dimakan,ada yg dibungkus bawa pulang,kuku g melakukan banyak hal,cukup komentar apa rasa makanan yang dikasih itu aja! n kalian tau g? muka majikan gue berbinar2 kaya anak kecil dapet permen...
oalah...musti gini to kalo' dikasih makanan? selain bilang thanks very much,tak lupa juga komentar apa rasa makanan itu,entah hen hao che (sangat enak),entah tai sien (terlalu asin),entah cue te (renyah),entah name tien (manis banget) kita harus tetep komen sebagai sopan santun kalo dikasih makanan.

Yaelah...kalo kejadian ini terjadi di jawa rumah gue,bisa2 gue di cap bawel kebanyakan komen,masih mending ada yg mau ngasih makanan..tapi di taiwan lain,,komentar itu wajib hukumnya dan kalo bisa jujur...hee..
pelajaran lagi to?sejak itu setiap dikasih makanan gue nekat aja komen,sebodo mau dibilang bawel apa sok tau dach..yg penting gue berusaha sopan.

Asal tau aja nich y...meskipun gue komentar pu hao che (kagak enak!) majikan gue g marah dan tersinggung tuch,dia paling2 bilang "hao,,i hao pu yao ce yang (ok,lain kali g usah gini )" haiya...
adat orang cina selain komen tak lupa kalo dijamu makan,semua makanan yg tersaji di meja sebisa mungkin di habisin,soalnya kalo disisain ntar ngiranya kita suka buang2 makanan,couze jarang orang cina suka makanan sisa kemarin,biasanya sih sekali masak langsung habis,truz lagi mangkok nasi jangan lupa diangkat/dipegang di posisi tangan kiri sedang tangan kanan memegang sumpit,itu pertanda kita ada selera makan,padahal kalo orang jawa bilang makan g boleh disonggo,ora ilok! beda jauh ya...

Gitu dech cerita gue tentang makan di taiwan,awalnya sih gue kikuk berat,tapi lama2 terbiasa juga,mungkin mang gini kale etika makan orang cina..oia 1 lagi nich,,kalo gue sampai bilang wo pu si huan (gue g suka) pasti dech g bakalan ada lagi wujud makanan serupa di lain hari,sebaliknya kalo gue bilang enak atau minimal gue abisin tuch makanan,pasti bakal di adain dech terus menerus,,nah repotnya kalo gue komen g jujur,niat ati buat majikan seneng dg pura2 bilang enak (kebiasaan pekewuh orang jawa) padahal gue ndiri g doyan tu makanan,tapi karna gue bilang enak ya dikasih terus,,berabe kan...jadi mendingan gue jujur aja komentarnya hee...asyik g?

Begitulah kira2 pengalaman gue,pokoknya nich gue pingin bekerja mbil belajar teruz,karena ilmu di dapet g melulu di bangku skull,tapi bisa dimana aja.
Sebenernya banyak cerita yg pingin gue tulis,,tapi lain kali aja ya...
Bye.

Senin, 09 Mei 2011

Untuk jadi renungan.

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya "apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?"
Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata "tidak,nak"

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi "apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?"
Ayahnya kembali menggeleng kepalanya,sambil tersenyum kepada putrinya.

"Oh ayah bagaimana kalau 1bulan,apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?"
Ayahnya tertawa,"mungkin tidak bisa juga,nak"

"Ok ayah,ini yang terakhir kali,apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?"
Akhirnya ayahnya mengangguk,"kemungkinan besar,bisa nak"

Anak itu tersenyum lega,
"jika demikian,aku akan hidup benar dari jam ke jam ayah,lebih mudah menjalaninya,dan aku akan menjaganya dari jam ke jam sehingga aku dapat hidup dengan benar...

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati,marilah kita hidup dari waktu ke waktu,dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini.dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun akan menjadikan kita terbiasa,dan apa yg sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,dan sifat akan berubah jadi karakter,dan karakter akan menjadi destiny...

Hiduplah 1 jam tanpa kemarahan,tanpa hati yg jahat,tanpa pikiran negatif,tanpa menjelekan orang,tanpa keserakahan,tanpa kesombongan,tanpa kebohongan,tanpa kepalsuan,,,,,lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.

Hiduplah 1 jam dengan penuh kasih,dengan sukacita,dengan damai sejahtera,dengan kesabaran,dengan kelemah lembutan,dengan kemurahan hati,dengan kerendahan hati.

Hiperbola

Pernah nggak kamu begitu mencintai seseorang dan teramat menyayangi dirinya melebihi kau menyayangi dirimu sendiri?segala sesuatu yg kau lakukan hanya untuk dia,kau begitu ingin mempersembahkan yg terbaik untuk dia,padahal dia mungkin tak perduli padamu,tapi tetep saja kau kekeh dan alot memberikan apa yg mampu kau berikan padanya.
Pernahkah kau berpikir itu akan sia2?bahwasanya jika semua itu terjadi kau akan menangis tersedu menyesali perbuatan bodohmu tapi meskipun kau tau tindakanmu mubadzir tetap saja kau lakukan andaikata pun kenyataan lebih pait kau berusaha untuk tersenyum.Ini apa namanya?
cinta sejati,betulkah?atau hanya nafsu supaya dia mengakui keberadaanmu dan menganggap kau adalah makhluk bernyawa yg nyata adanya bukan cuma ilusi pengganggu saja?
ah...aku tak tau,aku benar2 tak bisa mengenali apa yg kulakukan sejauh ini.Pantaskah kalau ini dinamakan cinta yg pada dasarnya aku sudah menandatangani kontrak perkawinan,sah kah bila ini dikatakan kasih yg bukan untuk suami atau buah hati tapi untuk orang lain?

Jalan protokol,lintas kota,simpang delapan,jalan utama bahkan gang2 tikus pun sudah aku telusuri mencari jawaban akan pertanyaan tentang perasaan yg melandaku sudah lama ini,tapi jawabannya nihil,semuanya menggeleng tak tau dan diam dalam pasrah tanpa sedikit solusi memecahkan kegundahanku.Ilmuwan sampai angkat tangan,bukannya tak mau menjawab tapi rasa2nya mereka tak mau membagi sdkt saja rahasia ramuan2 ajaib yg tlah diteliti puluhan tahun di laboratoriumnya tentang cara cepat melupakan seseorang.Bajingan t ak bertanggung jawab malah seenaknya melempar kesalahan pada waktu,padahal detik dan menit tak tau menau tapi dapat getahnya juga,diteriaki,disalahkan,maunya diputar kembali ujung2nya di daualat untuk menjadi guru dalam proses pelupaan akan luka

Dunia ini bulat,dan terus berputar pada porosnya berotasi.Aku sedang berada pada tahap evolusi perasaan yg akan terlahir jadi apa nantinya setelah terjadi perubahan dan pelapukan zat kimia hidup,masihkah akan tersenyum bangga pada kebodohan karna lihai berbohong,atau akan taubat memperbaiki yg sudah rusak meskipun tak bisa digunakan seperti sedia kala tapi setidaknya masih lumayan untuk pajangan atau akan melebur,meleleh dan terakhir menguap hilang tak berbekas...semua masih rahasia,kita lihat saja mana gen yg lebih dominan itu yg akan menang.

Sebenernya aku sedang membicarakan apa juga tak kumengerti,aku terlalu stres dan menghiberbolakan keadaan,tinggal jalani saja takdir Ilahi,toh semuanya demi kebaikan.
Jangan melawan arus kalau tak setegar karang,semua pasti indah pada waktunya.

Rabu, 04 Mei 2011

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.Tiba2 lewat sebuah motor di depan mereka.Berkatalah petani kepada istrinya,"Lihat bu,betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu,meski mereka kehujanan,tapi mereka bisa cepat sampai rumah tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah "

Sementara itu pengendara motor dan istrinya yg sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.Pengendara motor itu berkata kepada istrinya,"Lihat bu,betapa bahagianya orang yg naik mobil itu,mereka tidak perlu kehujanan seperti kita"

Di dalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan mercy lewat,"Lihatlah bu,betapa bahagia orang yg naik mobil bagus itu,pasti nyaman dikendarai tidak seperti mobil kita yg sering mogok"

Pengendara mobil mercy itu seorang pria kaya,dan ketika dia melihat suami istri yg berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan,pria kaya itu berkata dalam hati,"Betapa bahagianya suami istri itu,mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini,sementara aku dan istriku tak pernah punya waktu untuk berduaan karena kesibukan masing2"

Kebahagiaan tak kan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain,dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah senantiasa atas hidupmu,supaya kau tahu dimana kebahagiaan itu berada.

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan

Minggu, 01 Mei 2011

Fenomena TKI "kaburan"

Kemarin teman 1 PT ku wkt di indo menghubungiku,selain tanya kabar msg2 dan bercerita,dia mengejutkanku dg kenyataan yg dialaminya,dia kabur alias jadi TKI ilegal.Sungguh aQ sngt terkejut,tp dr nada bicara temenku itu tak ada sdktpun rasa tkt atau was2 jd TKI ilegal,tak tanggung2 sdh ada 3 org yg brhsl kbr dr PTku,yg 1 tdk brhsl karna rmh majikanny yg berada di desa,,hhm...sangat disayangkan

Sdh jd hal yg umum para TKI jika tertimpa masalah mengambil jalan pintas kabur sbg penyelesaian,pdhl sih itu penambah masalah menurutku...di taiwan sndri TKI kabur sdh tdk asing lagi,mereka mengambil jalan pintas ini karena mungkin mdp siksaan,job order tak sesuai,gaji tak dibayar,pelecehan sex dll.

Temenku bilang jd kaburan enak,gaji gede,kita dah g perlu bayar potongan bank dan agen lagi,malahan lebih "dihargai" oleh majikan,yg pntg g ketahuan polisi aman2 saja,ntar kalau mau pulang tgl dtg ke kantor polisi bawa uang NT 20000 beres dah...lgan juga tdk sedikit yg sukses jadi kaburan,spt tetanggaku 6th jd kaburan pulang bw uang NT1jt (sktr Rp 300jt)wow..itu adalah 3x lipat lbh besar jika jd TKI legal dg masa kerja yg sama,siapa g kepingin coba?

Bekerja di LN aQ anggap sbg mengadu nasib,yupz nasib kita benar2 diundi disini,beruntunglah kalau dpt majikan baik hati,tapi kalau dpt majikan yg super duper mengerikan wadoow dech...spt temenku itu,dia dpt majikan kaya mak lampir katanya,,makanya mending minggat!
kita bayangkan saja,perasaan sudah sedih hrs pisah dg yg dicinta,dtg ke taiwan dpt mak lampir yg kalau nyuruh kerja kaya petasan g berhenti2,bersih2 rumah mpe 6 lantai,kadang suruh kerja di pabrik atau sawah,ngrawat jompo yg gedenya kaya gajah bengkak plus gendong sana sini,omelan dan cacian jd makanan sehari2,hidup rasanya spt dineraka,disaat spt ini bujukan kabur dari agen ilegal bak angin syurga ditelinga,diiming2 gaji yg gede,walah...meskipun resikonya juga gede ayo aja lah...yg penting keluar dari neraka.

Bagi orang taiwan yg mau ambil pembantu tdk semudah beli vodka,mereka harus membayar sejumlah uang thd pemerintah dan byr pjk setiap blnnya,msh jg hrs menunggu beberapa bulan sblm izin trn,serta msh ada syrt2 lain yg hrs dipenuhi,nah mgkn jg daripada ribet dan lama nunggu padahal dah butuh pembantu akhrnya mau dech ambil TKA ilegal,meski kalau ketahuan dijerat hukum tuch...

Jadi tki kita akan mendapatkan beberapa hak,misalnya saja tentang asuransi,apabila kita dalam bekerja mengalami kecelakaan atau sampai berujung maut,maka kita atau ahli waris kita akan menerima sejumlah santunan yg tidak sedikit,meskipun aQ sendiri ogah dapat uang itu,,dan juga masih banyak hak2 TKI yg semuanya dilindungi UU,kalau kita kabur otomatis hak2 kita gugur.

Nasib orang tdk ada yg tahu,tak seindah iming2 agen ilegal tentang gaji gede,kalau lagi sial ketemunya agen ilegal plus nakal bisa saja ditempatkan di tempat hiburan,ingin hati menolak tp perut butuh makan,kalau mau nglawan siapa yg cariin kerjaan?bisa juga diiming2i cinta atau jadi gundik orang taiwan,udah tubuh dinikmati,tenaga diperas,uang dirampas,ich mengerikan! alih2 bukan pulang bawa 300jt tapi bawa 3 nyawa naudzubillah..

Semua orang punya hati,meskipun wajah happy dpt gaji gede dlm hati pasti ada sdkt ketakutan kalau ketangkap polisi,masuk dech ke bui...iya kalau lgsg sidang habis perkara,kalau terkatung2 dipenjara mau gimana coba?na to..?g minat dech...

CLA baru2 ini memberikan pengumuman bagi siapa saja yg memberitahukan keberadaan tka ilegal akan diberi hadiah,1 informasi NT 5000,wah...aQ tau ada 3 orang tuch,asyik dunk dapat NT 15000 kalau dibelanjain lumayan dapat laptop ,,ach tp tidak,bagaimanapun mereka teman2ku,aQ hanya bisa berdo'a semoga mereka selalu dalam lindunganNya,tercapai segala yg diharapkan dan semoga bisa ketemu lagi di Indonesia

Banyak jalan sebenarnya selain kabur,bisa ngadu ma agen,ngadu ma CLA,ma KDEI yg siap bantu kapan saja dan yg paling penting ngadu ma yg Kuasa,karena ujung tombak usaha adalah do'a kuncinya selalu sabar dan tawakal.

Buat semua BMI dimana aja,,hati2 dalam bekerja y...


bye bye


rahayoe.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites