"Aku gajian, yes!" teriakku dalam hati.
Satu hari terindah yang paling dinanti di antara 30 atau 31 hari dalam satu bulan. Sebagai anak rantau, hari gajian itu seperti hari kemerdekaan 17 Agustus bagi Indonesia. Kebahagiaannya membuncah tak bisa terkatakan.
Prosesnya seperti biasa, majikanku memanggilku ke ruang tamu dengan membawa map coklat yang aku tahu di dalamnya berisi semua data-dataku. Termasuk paspor dan ARC serta Askesku.
"Sari, kemarilah. Hari ini kamu gajian," panggil majikanku.
Mukaku sudah teramat berseri kala itu, karena sebentar lagi aku mendapat upah dari tenaga dan keringat yang aku keluarkan.
"Seperti biasa aku bantu kamu simpan uang ini di tabunganmu. Dan hari ini kamu ingin ambil uang berapa? Jangan terlalu boros!" kata yang selalu diucapkan majikanku jika gajian tiba.
Bukan apa-apa, dia tak ingin aku menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tak berguna.
"Tiga ribu saja, Tuan." kataku takut-takut.
"Banyak sekali?"
Segera aku menerangkan pada majikanku jika bulan ini aku ingin membeli beberapa barang. Majikanku mengangguk maklum.
"Yes, tak ada masalah," batinku.
Setelah aku tanda tangan di atas kertas aku pun mendapatkan tiga lembar uang pecahan seribu dolar warna biru. Senyumku tak henti-hentinya terukir. Hatiku berbunga-bunga.
Bergegas aku menuju kamarku dan membuka majalah yang beberapa hari lalu aku dapat dari teman. Di dalam majalah itu menawarkan jasa penjualan baju. Tinggal pesan lewat SMS barang apa saja yang diinginkan. Sertakan alamat lengkap maka pak pos akan mengantarkan sampai tujuan. Jika barang sudah di tangan maka tinggal membayar kepada pak pos sejumlah uang seharga barang yang kita beli berikut jasa kirimnya. Praktis tak perlu keluar rumah.
Aku memesan beberapa baju yang kurasa bagus modelnya. Kupastikan kode barangnya tak salah dan kukirim sms ke nomer yang tercantum di majalah tersebut.
Hanya butuh sehari menanti pesananku datang. Hatiku benar-benar gembira tatkala kudengar orang memencet bel pintu berteriak, "Kuaho a." (1)
Aku yakin itu pak pos yang mengantarkan pesananku, dan ternyata benar. Dengan segera aku membayar sejumlah uang yang sudah tertera. Tak lupa jua kuucapkan pada Pak Pos, "Xie-xie."(2)
Langsung aku menuju kamarku dan membuka kardus paketan barangku. Kuambil baju di dalamnya dan kuamati, "Hhm, sesuai pesanan. Warnanya juga pas. Coba bentar ah..."
Tapi ternyata upz... bajunya nggak nyukup di badanku hanya sebelah tangan saja yang masuk. Kupaksakan sebelah tangan lagi tapi tetap saja nggak nyukup. Nyeseek banget.
"Kenapa bisa begini? Kok nggak muat? Aduh piye iki?"
Aku lemas seketika. Kutarik nafas dalam-dalam dan kutatap baju itu dengan merana.
"Sepertinya aku harus diet lebih ketat lagi," ucapku pada baju yang baru saja kupesan.
Yup, aku harus lebih giat lagi olahraga agar lemak ditubuhku cepat luntur. Dan baju yang kupesan bisa kupakai nantinya.
"Jia you (3) diet!" ucapku sembari tangan kananku mengepal penuh semangat.
1. surat berbayar
2. terimakasih
3. semangat
Taiwan, 230512






0 Suara:
Posting Komentar